{"id":42,"date":"2025-09-05T12:43:24","date_gmt":"2025-09-05T12:43:24","guid":{"rendered":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/?p=42"},"modified":"2026-09-23T07:09:18","modified_gmt":"2026-09-23T07:09:18","slug":"jelaskan-pengertian-seni-teater-sejarah-jenis-dan-perkembangannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/?p=42","title":{"rendered":"Jelaskan Pengertian Seni Teater: Sejarah, Jenis, dan Perkembangannya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"260\" data-end=\"658\"><strong data-start=\"260\" data-end=\"295\">Craftswalker.com &#8211; Jelaskan pengertian seni teater<\/strong> adalah salah satu permintaan yang sering muncul dalam dunia pendidikan maupun pencarian informasi seni. Teater sebagai cabang seni pertunjukan memiliki nilai budaya, edukasi, dan hiburan yang terus relevan hingga hari ini. Untuk memahami secara mendalam, mari kita bedah mulai dari definisi, sejarah, jenis, hingga peran teater dalam kehidupan masyarakat modern.<\/p>\n<p data-start=\"260\" data-end=\"658\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-137 \" src=\"https:\/\/craftswalker.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/xcastd-8-1024x581.jpg\" alt=\"Jelaskan Pengertian Seni Teater\" width=\"811\" height=\"460\" \/><\/p>\n<hr data-start=\"660\" data-end=\"663\" \/>\n<h2 data-start=\"665\" data-end=\"688\">Apa Itu Seni Teater?<\/h2>\n<p data-start=\"690\" data-end=\"992\">Secara sederhana, <strong data-start=\"708\" data-end=\"893\">seni teater adalah seni pertunjukan yang memadukan dialog, gerak, ekspresi, dan unsur pendukung seperti musik, tata panggung, serta kostum untuk menyampaikan cerita kepada penonton.<\/strong> Kata &#8220;teater&#8221; sendiri berasal dari bahasa Yunani <em data-start=\"943\" data-end=\"953\">theatron<\/em> yang berarti \u201ctempat untuk melihat\u201d.<\/p>\n<p data-start=\"994\" data-end=\"1276\">Dalam konteks Indonesia, seni teater tidak hanya meliputi drama modern di panggung besar, tetapi juga tradisi lokal seperti wayang orang, ketoprak, ludruk, hingga lenong. Semua bentuk itu tetap mengandung inti yang sama: <strong data-start=\"1215\" data-end=\"1276\">menghadirkan kisah manusia melalui peran dan pertunjukan.<\/strong><\/p>\n<hr data-start=\"1278\" data-end=\"1281\" \/>\n<h1 data-start=\"102\" data-end=\"133\">Sejarah Singkat Seni Teater<\/h1>\n<p data-start=\"135\" data-end=\"372\">Seni teater merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan tertua di dunia yang merefleksikan kehidupan manusia melalui dialog, gerak, dan ekspresi. Perjalanan sejarah teater panjang, penuh perubahan, dan selalu beradaptasi dengan zaman.<\/p>\n<h2 data-start=\"374\" data-end=\"390\">Teater Kuno<\/h2>\n<p data-start=\"391\" data-end=\"733\">Teater bermula di Yunani sekitar abad ke-5 SM, pada masa ketika masyarakat masih kental dengan tradisi ritual keagamaan. Pertunjukan awal dilakukan di <strong data-start=\"542\" data-end=\"566\">amphitheater terbuka<\/strong> sebagai bentuk penghormatan kepada dewa anggur dan kesuburan, Dionysus. Dari sinilah lahir berbagai naskah tragedi dan komedi yang menjadi dasar perkembangan drama.<\/p>\n<p data-start=\"735\" data-end=\"1182\">Tokoh-tokoh penting seperti <strong data-start=\"763\" data-end=\"776\">Aeschylus<\/strong>, <strong data-start=\"778\" data-end=\"791\">Sophocles<\/strong>, <strong data-start=\"793\" data-end=\"806\">Euripides<\/strong>, dan <strong data-start=\"812\" data-end=\"828\">Aristophanes<\/strong> meletakkan fondasi teater klasik. Aeschylus dikenal sebagai \u201cbapak tragedi\u201d dengan inovasinya dalam menambah jumlah aktor. Sophocles menulis <em data-start=\"970\" data-end=\"983\">Oedipus Rex<\/em> yang abadi hingga kini. Euripides menghadirkan karakter manusiawi dengan konflik batin yang dalam, sementara Aristophanes terkenal dengan komedi satir yang mengkritik politik dan kehidupan sosial.<\/p>\n<h2 data-start=\"1184\" data-end=\"1212\">Teater Abad Pertengahan<\/h2>\n<p data-start=\"1213\" data-end=\"1520\">Pada periode Abad Pertengahan, sekitar abad ke-10 hingga ke-15, teater berkembang dalam bentuk <strong data-start=\"1308\" data-end=\"1327\">drama keagamaan<\/strong> yang dipentaskan di gereja maupun alun-alun kota. Bentuknya antara lain <em data-start=\"1400\" data-end=\"1414\">mystery play<\/em> yang menceritakan kisah Alkitab, dan <em data-start=\"1452\" data-end=\"1466\">miracle play<\/em> yang mengisahkan kehidupan para santo dan mukjizat.<\/p>\n<p data-start=\"1522\" data-end=\"1777\">Tujuannya bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana <strong data-start=\"1572\" data-end=\"1593\">edukasi keagamaan<\/strong>. Dengan menggunakan bahasa sederhana dan cerita yang mudah dipahami, drama ini menjadi cara efektif untuk menyampaikan ajaran agama kepada masyarakat yang sebagian besar buta huruf.<\/p>\n<h2 data-start=\"1779\" data-end=\"1797\">Teater Modern<\/h2>\n<p data-start=\"1798\" data-end=\"2133\">Era modern dimulai sejak <strong data-start=\"1823\" data-end=\"1838\">Renaissance<\/strong> di Italia dan Inggris. Seni teater bertransformasi menjadi medium intelektual dan artistik. Di sinilah <strong data-start=\"1942\" data-end=\"1965\">William Shakespeare<\/strong> muncul sebagai ikon teater dunia dengan karya monumental seperti <em data-start=\"2031\" data-end=\"2049\">Romeo and Juliet<\/em>, <em data-start=\"2051\" data-end=\"2059\">Hamlet<\/em>, dan <em data-start=\"2065\" data-end=\"2074\">Macbeth<\/em> yang menekankan tema cinta, ambisi, dan tragedi manusia.<\/p>\n<hr data-start=\"2047\" data-end=\"2050\" \/>\n<h2 data-start=\"2052\" data-end=\"2095\">Pengertian Seni Teater Menurut Para Ahli<\/h2>\n<ol data-start=\"2097\" data-end=\"2413\">\n<li data-start=\"2097\" data-end=\"2202\">\n<p data-start=\"2100\" data-end=\"2202\"><strong data-start=\"2100\" data-end=\"2123\">Balthazar Vallhagen<\/strong>: Teater adalah cermin kehidupan manusia yang diproyeksikan ke atas panggung.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2203\" data-end=\"2290\">\n<p data-start=\"2206\" data-end=\"2290\"><strong data-start=\"2206\" data-end=\"2217\">Moulton<\/strong>: Teater merupakan kehidupan yang dilihat dari kaca pembesar seni.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2291\" data-end=\"2413\">\n<p data-start=\"2294\" data-end=\"2413\"><strong data-start=\"2294\" data-end=\"2309\">Sri Murtono<\/strong>: Teater adalah karya seni kolektif yang melibatkan banyak unsur untuk membentuk kesatuan pertunjukan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"2415\" data-end=\"2558\">Dari pendapat ini, jelas bahwa seni teater bukan sekadar hiburan, melainkan juga <strong data-start=\"2496\" data-end=\"2558\">refleksi kehidupan sosial, budaya, dan psikologis manusia.<\/strong><\/p>\n<hr data-start=\"2560\" data-end=\"2563\" \/>\n<h2 data-start=\"2565\" data-end=\"2591\">Unsur-Unsur Teater<\/h2>\n<p data-start=\"2593\" data-end=\"2690\">Agar sebuah teater dapat dipentaskan dengan baik, terdapat unsur penting yang harus diperhatikan:<\/p>\n<ul data-start=\"2692\" data-end=\"3176\">\n<li data-start=\"2692\" data-end=\"2758\">\n<p data-start=\"2694\" data-end=\"2758\"><strong data-start=\"2694\" data-end=\"2710\">Pemain\/aktor<\/strong> \u2013 sebagai pemeran yang menghidupkan karakter.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2759\" data-end=\"2821\">\n<p data-start=\"2761\" data-end=\"2821\"><strong data-start=\"2761\" data-end=\"2782\">Naskah\/dramaturgi<\/strong> \u2013 sebagai pedoman cerita dan dialog.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2822\" data-end=\"2884\">\n<p data-start=\"2824\" data-end=\"2884\"><strong data-start=\"2824\" data-end=\"2837\">Sutradara<\/strong> \u2013 mengatur keseluruhan jalannya pertunjukan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2885\" data-end=\"2942\">\n<p data-start=\"2887\" data-end=\"2942\"><strong data-start=\"2887\" data-end=\"2910\">Panggung &amp; properti<\/strong> \u2013 menciptakan suasana cerita.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2943\" data-end=\"3003\">\n<p data-start=\"2945\" data-end=\"3003\"><strong data-start=\"2945\" data-end=\"2967\">Kostum &amp; tata rias<\/strong> \u2013 memperkuat karakterisasi tokoh.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3004\" data-end=\"3058\">\n<p data-start=\"3006\" data-end=\"3058\"><strong data-start=\"3006\" data-end=\"3028\">Musik &amp; tata suara<\/strong> \u2013 membangun mood dan emosi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3059\" data-end=\"3176\">\n<p data-start=\"3061\" data-end=\"3176\"><strong data-start=\"3061\" data-end=\"3073\">Penonton<\/strong> \u2013 unsur terakhir yang membuat pertunjukan menjadi hidup, karena teater sejatinya hadir untuk mereka.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr data-start=\"3178\" data-end=\"3181\" \/>\n<h2 data-start=\"3183\" data-end=\"3209\">Jenis-Jenis Seni Teater<\/h2>\n<ol data-start=\"3211\" data-end=\"3696\">\n<li data-start=\"3211\" data-end=\"3360\">\n<p data-start=\"3214\" data-end=\"3238\"><strong data-start=\"3214\" data-end=\"3236\">Teater Tradisional<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"3242\" data-end=\"3360\">\n<li data-start=\"3242\" data-end=\"3271\">\n<p data-start=\"3244\" data-end=\"3271\">Berdasarkan budaya lokal.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3275\" data-end=\"3360\">\n<p data-start=\"3277\" data-end=\"3360\">Contoh: Wayang Orang, Ludruk (Jawa Timur), Lenong (Betawi), Mamanda (Kalimantan).<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"3362\" data-end=\"3535\">\n<p data-start=\"3365\" data-end=\"3384\"><strong data-start=\"3365\" data-end=\"3382\">Teater Modern<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"3388\" data-end=\"3535\">\n<li data-start=\"3388\" data-end=\"3461\">\n<p data-start=\"3390\" data-end=\"3461\">Menggunakan naskah tertulis, panggung formal, dan tata teknik modern.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3465\" data-end=\"3535\">\n<p data-start=\"3467\" data-end=\"3535\">Contoh: drama karya W.S. Rendra, Arifin C. Noer, atau Putu Wijaya.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"3537\" data-end=\"3696\">\n<p data-start=\"3540\" data-end=\"3566\"><strong data-start=\"3540\" data-end=\"3564\">Teater Eksperimental<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"3570\" data-end=\"3696\">\n<li data-start=\"3570\" data-end=\"3618\">\n<p data-start=\"3572\" data-end=\"3618\">Lebih menekankan pada kebebasan berekspresi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3622\" data-end=\"3696\">\n<p data-start=\"3624\" data-end=\"3696\">Bentuknya sering abstrak dan menantang penonton untuk berpikir kritis.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<hr data-start=\"3698\" data-end=\"3701\" \/>\n<h2 data-start=\"3703\" data-end=\"3736\">Fungsi dan Manfaat Teater<\/h2>\n<ul data-start=\"3738\" data-end=\"4120\">\n<li data-start=\"3738\" data-end=\"3804\">\n<p data-start=\"3740\" data-end=\"3804\"><strong data-start=\"3740\" data-end=\"3751\">Edukasi<\/strong>: menyampaikan pesan moral, sosial, hingga politik.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3805\" data-end=\"3861\">\n<p data-start=\"3807\" data-end=\"3861\"><strong data-start=\"3807\" data-end=\"3818\">Hiburan<\/strong>: memberi kesenangan batin bagi penonton.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3862\" data-end=\"3944\">\n<p data-start=\"3864\" data-end=\"3944\"><strong data-start=\"3864\" data-end=\"3881\">Ekspresi diri<\/strong>: wadah kreatif bagi aktor, sutradara, maupun penulis naskah.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3945\" data-end=\"4024\">\n<p data-start=\"3947\" data-end=\"4024\"><strong data-start=\"3947\" data-end=\"3964\">Sosial budaya<\/strong>: mempererat ikatan komunitas melalui pertunjukan bersama.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4025\" data-end=\"4120\">\n<p data-start=\"4027\" data-end=\"4120\"><strong data-start=\"4027\" data-end=\"4046\">Ekonomi kreatif<\/strong>: teater profesional dapat menjadi industri yang menghasilkan pekerjaan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr data-start=\"4122\" data-end=\"4125\" \/>\n<h2 data-start=\"4127\" data-end=\"4167\">Perkembangan Teater di Indonesia<\/h2>\n<p data-start=\"4169\" data-end=\"4323\">Indonesia memiliki kekayaan teater tradisional yang luar biasa. Namun, sejak abad ke-20, teater modern juga berkembang pesat dengan tokoh besar seperti:<\/p>\n<ul data-start=\"4325\" data-end=\"4470\">\n<li data-start=\"4325\" data-end=\"4371\">\n<p data-start=\"4327\" data-end=\"4371\"><strong data-start=\"4327\" data-end=\"4342\">W.S. Rendra<\/strong> \u2013 dengan \u201cTeater Bengkel\u201d.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4372\" data-end=\"4418\">\n<p data-start=\"4374\" data-end=\"4418\"><strong data-start=\"4374\" data-end=\"4392\">Arifin C. Noer<\/strong> \u2013 dengan \u201cTeater Koma\u201d.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4419\" data-end=\"4470\">\n<p data-start=\"4421\" data-end=\"4470\"><strong data-start=\"4421\" data-end=\"4436\">Putu Wijaya<\/strong> \u2013 dengan gaya absurd dan satir.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4472\" data-end=\"4655\">Kini, perkembangan teater juga merambah ke <strong data-start=\"4515\" data-end=\"4533\">teater digital<\/strong>. Platform daring dan media sosial membuat teater bisa diakses lebih luas, misalnya pementasan streaming selama pandemi.<\/p>\n<hr data-start=\"4657\" data-end=\"4660\" \/>\n<h2 data-start=\"4662\" data-end=\"4701\">Tantangan Seni Teater di Era Digital<\/h2>\n<ul data-start=\"4703\" data-end=\"4965\">\n<li data-start=\"4703\" data-end=\"4779\">\n<p data-start=\"4705\" data-end=\"4779\"><strong data-start=\"4705\" data-end=\"4749\">Persaingan dengan film dan serial online<\/strong> yang lebih praktis diakses.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4780\" data-end=\"4876\">\n<p data-start=\"4782\" data-end=\"4876\"><strong data-start=\"4782\" data-end=\"4812\">Keterbatasan dana produksi<\/strong>, karena teater butuh biaya panggung, properti, hingga kostum.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4877\" data-end=\"4965\">\n<p data-start=\"4879\" data-end=\"4965\"><strong data-start=\"4879\" data-end=\"4902\">Minat generasi muda<\/strong> yang menurun, lebih tertarik pada konten digital cepat saji.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4967\" data-end=\"5149\">Namun, tantangan ini juga membuka peluang: teater bisa berkolaborasi dengan teknologi, misalnya menggunakan multimedia interaktif, atau mengangkat isu-isu kontemporer agar relevan.<\/p>\n<hr data-start=\"5151\" data-end=\"5154\" \/>\n<h2 data-start=\"5156\" data-end=\"5192\">Contoh Pertunjukan Teater Populer<\/h2>\n<ul data-start=\"5194\" data-end=\"5424\">\n<li data-start=\"5194\" data-end=\"5268\">\n<p data-start=\"5196\" data-end=\"5268\"><strong data-start=\"5196\" data-end=\"5220\">Wayang Orang Bharata<\/strong> (Jakarta) \u2013 mempertahankan kisah Mahabharata.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5269\" data-end=\"5348\">\n<p data-start=\"5271\" data-end=\"5348\"><strong data-start=\"5271\" data-end=\"5286\">Teater Koma<\/strong> (Jakarta) \u2013 terkenal dengan kritik sosial dalam gaya humor.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5349\" data-end=\"5424\">\n<p data-start=\"5351\" data-end=\"5424\"><strong data-start=\"5351\" data-end=\"5377\">Musikal Laskar Pelangi<\/strong> \u2013 adaptasi novel populer ke panggung modern.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5426\" data-end=\"5516\">Contoh ini membuktikan bahwa <em>teater mampu bertransformasi<\/em> tanpa kehilangan jati dirinya.<\/p>\n<hr data-start=\"5518\" data-end=\"5521\" \/>\n<h2 data-start=\"5523\" data-end=\"5549\">FAQ Seputar Seni Teater<\/h2>\n<p data-start=\"5551\" data-end=\"5705\"><strong data-start=\"5551\" data-end=\"5590\">1. Apa bedanya teater dengan drama?<\/strong><br data-start=\"5590\" data-end=\"5593\" \/>Drama adalah naskah atau teks, sedangkan teater adalah pertunjukan yang mewujudkan drama tersebut di panggung.<\/p>\n<p data-start=\"5707\" data-end=\"5843\"><strong data-start=\"5707\" data-end=\"5748\">2. Apakah teater hanya untuk hiburan?<\/strong><br data-start=\"5748\" data-end=\"5751\" \/>Tidak. Teater juga berfungsi sebagai media pendidikan, kritik sosial, dan refleksi budaya.<\/p>\n<p data-start=\"5845\" data-end=\"6000\"><strong data-start=\"5845\" data-end=\"5890\">3. Bagaimana cara memulai belajar teater?<\/strong><br data-start=\"5890\" data-end=\"5893\" \/>Mulailah dari komunitas teater sekolah atau daerah, pelajari teknik akting dasar, dan aktif ikut latihan.<\/p>\n<p data-start=\"6002\" data-end=\"6119\"><strong data-start=\"6002\" data-end=\"6042\">4. Apa manfaat teater untuk pelajar?<\/strong><br data-start=\"6042\" data-end=\"6045\" \/>Meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim.<\/p>\n<p data-start=\"6121\" data-end=\"6261\"><strong data-start=\"6121\" data-end=\"6171\">5. Apakah teater masih relevan di era digital?<\/strong><br data-start=\"6171\" data-end=\"6174\" \/>Ya. Justru teater kini beradaptasi dengan teknologi digital untuk memperluas audiens.<\/p>\n<hr data-start=\"6263\" data-end=\"6266\" \/>\n<p data-start=\"6283\" data-end=\"6621\">Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa <strong data-start=\"6331\" data-end=\"6366\">jelaskan pengertian seni teater<\/strong> tidak hanya berarti mendefinisikan teater sebagai seni pertunjukan, tetapi juga memahami sejarah, jenis, fungsi, hingga perkembangannya. Teater adalah refleksi kehidupan manusia, wadah ekspresi, serta media komunikasi budaya yang terus bertransformasi.<\/p>\n<p data-start=\"6623\" data-end=\"6946\">Meski menghadapi tantangan era digital, teater tetap memiliki tempat istimewa sebagai <strong data-start=\"6714\" data-end=\"6735\">cermin masyarakat<\/strong> dan <strong data-start=\"6740\" data-end=\"6777\">sumber inspirasi lintas generasi.<\/strong> Dengan demikian, ketika kita <strong data-start=\"6807\" data-end=\"6842\">jelaskan pengertian seni teater<\/strong>, kita sejatinya sedang membicarakan perjalanan panjang seni manusia dari masa lalu hingga masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Craftswalker.com &#8211; Jelaskan pengertian seni teater adalah salah satu permintaan yang sering muncul dalam dunia pendidikan maupun pencarian informasi seni. Teater sebagai cabang seni pertunjukan memiliki nilai budaya, edukasi, dan hiburan yang terus relevan hingga hari ini. Untuk memahami secara mendalam, mari kita bedah mulai dari definisi, sejarah, jenis, hingga peran teater dalam kehidupan masyarakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[29,25,24,27,26,28],"class_list":["post-42","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-sejarah-teater","tag-seni-teater","tag-teater","tag-teater-abad-pertengahan","tag-teater-kuno","tag-teater-modern"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":104,"href":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42\/revisions\/104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/maniaxe-throwing.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}